MENIKMATI PESONA TAMAN NASIONAL TERBESAR DI INDONESIA
Hay sobat
Travelester, Puasa Ramadhan kali ini jangan lupa atur trip perjalanan kalian
yaa… Berikut ini akan kami bahas Taman Nasional terbesar di Indonesia, ada
dimana sih? dan apa saja keistimewaan yang ada? Mungkin aja bisa jadi salah
satu alternative trip kamu selama puasa ini…. Yuk kita simak bersama-sama….
Taman
Nasional Kerinci Seblat, Menurut Wikipedia Taman Nasional ini memiliki luas sekitar 1.368.000 Ha yang
terletak di 4 wilayah propinsi di Pulau Sumatera dengan rincian seluas 353.780
Ha (25,86%) berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat, 422.190 Ha (30,86%)
berada di wilayah Provinsi Jambi, 310.910 Ha (22,73%) terletak di Propinsi
Bengkulu; dan seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera
Selatan. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian
pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah. Secara
geografi Taman Nasional Kerinci Seblat terletak pada 100° 31'18" - 102° 44'
LT dan 17'13" - 326'14" LS. Pembentukan Taman Nasional
Kerinci Seblat merupakan hasil dari penyatuan beberapa kawasan cagar alam
Kerinci seperti : Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa
Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat. Di dalam cagar
alam tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Kawasan
hutan berfungsi menghasilkan air guna memenuhi kebutuhan air bagi
masyarakat yang hidup disepanjang bantaran sungai seperti sungai
Batanghari dan sungai Musi. Mengingat peran yang sangat vital dari hutan
tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982 bertepatan dengan Kongres
Taman Nasional Sedunia yang diadakan di Bali, pemerintah menjadikan
kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai kawasan hutan lindung.
Di dalam
Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat beberapa tipe ekosistem hutan.
Mulai dari tipe ekosistem hutan dataran rendah, sampai ekosistem sub alpin
dan beberapa ekosistem khas seperti rawa gambut, rawa air tawar dan
danau. Taman Nasional Kerinci Seblat juga memiliki hutan primer dengan
beberapa tipe vegetasi. Tipe vegetasi utama didominasi formasi seperti:
Vegetasi dataran rendah yang berada di atas 200 sampai 600m dari
permukaan laut (dpl); hutan dengan Vegetasi pegunungan/bukit yang berada
pada ketinggian 600 sampai 1.500m dpl; hutan Vegetasi montana yang
berada pada ketinggian 1.500 sampai 2.500 m dpl; hutan Vegetasi
belukar gleichenia/paku-pakuan yang tumbuh pada ketinggian
2.500 sampai 2.800m dpl dan terakhir hutan Vegetasi sub alpine yang
tumbuh pada ketingian 2.300 sampai 3.200m dpl.
Di kawasan
Taman Nasional Kerinci Seblat secara umum tumbuh sekitar 4.000 jenis
flora dari 63 famili. Jenis flora tersebut banyak terdapat di kawasan hutan
yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, Leguminosae,
Lauraceae, Myrtaceae, Bommacaceae, Moraceae, Anacardiaceae,
Myristicaceae, Euphorbiaceae dan Meliaceae. Sedangkan pada ketinggian
500m sampai 2000m dpl, jenis flora yang tumbuh di hutan ini banyak
didominasi oleh famili Fagaceae, Erycaceae dan semak subalpin dari
jenis Vaccinium dan Rhododendron.
Di
Taman Nasional Kerinci Seblat juga terdapat jenis vegetasi yang menjadi
ciri khasnya, di antaranya adalah: Histiopteris insica (tumbuhan
berpembuluh tertinggi) yang dapat dijumpai di dinding kawah Gunung
Kerinci, berbagai jenis Nepenthes sp, Pinus mercusii
strain Kerinci, Kayu Pacat (Harpullia arborea), Bunga Raflesia
(Rafflesia arnoldi), Agathis sp. Pada tahun 1993, Biological
Science Club (BScC) melakukan penelitian di daerah buffer zone dan
mereka menemukan 115 jenis vegetasi ethnobotanical. Jenis
vegetasi ini bisa digunakan untuk keperluan obat-obatan, kosmetik,
makanan, anti nyamuk dan keperluan rumah tangga, seperti sering digunakan
oleh masyarakat setempat.
Sedangkan jenis fauna
yang tedapat dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat 42 jenis
mamalia, 10 jenis reptil, 6 jenis ampibia, 306 jenis burung dari 49 famili
dan 8 jenis burung endemik. Beberapa jenis mamalia yang bisa dijumpai di
antaranya: Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah
Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), Macan Dahan (Neopholis
nebulosa), Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis),
Kucing Emas (Felis termminnckii), Tapir (Tapirus indica),
Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis). Jenis amphibia antara
lain: Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta); jenis primata: Siamang (Sympalagus
syndactylus) Ungko (Hylobates agilis), Wau-wau Hitam (Hylobates
lar), Simpai (Presbytis melalobates), Beruk (Macaca
nemestrina) dan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan
jenis burung endemik seperti: Burung Tiung Sumatera (Cochoa becari),
Burung Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris), Burung Celepuk (Otus
stresemanni) dan Burung Abang Pipi (Laphora inornata).
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat
dengan beberapa alternatif:
1.
alternatif pertama, dengan
lokasi taman berada di daerah Provinsi Jambi: perjalanan dimulai dari
kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, dengan waktu
tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau
mobil pribadi.
2. Alternatif yang kedua dengan lokasi taman berada di daerah
Provinsi Sumatera Barat: perjalanan bisa dimulai dari kota Padang ke
Tapan, kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km, dengan
lama perjalanan sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil
sewaan atau mobil pribadi.
3. Alternatif ketiga dengan lokasi taman berada di daerah
Provinsi Sumatera Barat: perjalanan dimulai dari Padang ke
Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota
Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6
jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
4. Alternatif Keempat dengan lokasi taman berada di daerah
Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Muara Aman, dengan
waktu tempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan
atau mobil pribadi.
5. Alternatif kelima dengan lokasi taman berada di daerah
Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Argamakmur dengan
waktu tempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan
atau mobil pribadi.
6. Alternatif keenam dengan lokasi taman berada di daerah
Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Lubuk
Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dengan menggunakan angkutan
umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
7. Alternatif Ketujuh dengan lokasi taman berada di daerah
Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Palembang ke
Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan
angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
8. Alternatif kedelapan dengan lokasi taman berada di daerah
Provinsi Sumatera Selatan: perjalana dimulai dari Lubuk Linggau ke Muara
Rupit, kemudian ke Surulangun dan ke Napal Licin, dengan waktu tempuh
selama sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau
mobil pribadi
9.
Alternatif Kesembilan
melalui jalur air dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera
Selatan: Dari Muara Rupit ke Napal Licin membutuhkan waktu perjalanan
selama sekitar 2 jam dengan menggunakan speed boad.
Beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi di Taman Nasional ini
antara lain sebagai berikut:
1. Gunung Kerinci (3.805 m
dpl) : gunung tertinggi di Sumatera yang masih aktif, dapat didaki sampai
puncak melalui jalan setapak dari Kersik Tuo selama 12 jam.
2. Danau Gunung Tujuh (1.996 m
dpl) : merupakan kawah mati yang berisi air tawar seluas 1.000 Ha (panjang 4,5
km dan lebar 3 km), yang dikelilingi oleh 7 gunung dan meruapakn danau air
tawar tertinggi di Asia, dapat dicapai melalui jalan setapak dari Pelompek
selama 3 jam.
3.
Bukit Tapan, padang satwa
Inum Raya : merupakan padang penggembalaan dan habitat berbagai jenis mamalia
besar (gajah, harimau, rusa, tapir) yang langsung dapat dilihat. Dari Sungai
Penuh ke lokasi selama 6-10 jam dengan kendaraan bus dan jalan setapak.
4.
Gunung Seblat (2.383 m dpl)
: memiliki fenomena alam yang sangat unik dengan adanya padang-padang
penggembalaan yang luas dengan berbagai jenis primata, terdapat bunga raksasa
Raflesia arnoldi, dapat dicapai dari Muara Aman ke lokasi dengan jalan kaki
selama 12 jam.
5.
Bukit Gedang Seblat dan
Bukit Kayu Embun : merupakan habitat badak sumatera, gajah dan harimau. Dapat
dicapai dari Muko-muko ke lokasi dengan jalan kaki selama 10 jam.
6.
Rawas Ulu Lakitan :
memiliki potensi berupa air terjun S. Ampar, air terjun S. Keruh, air terjun S.
Kerali, air terjun S. Koten dengan dinding-dinding yang terjal dan arus sangat
deras yang baik untuk rafting. Dapat ditempuh dari napal Licin antara 1-3 jam.
7. Gunung Masurai terletak di
Desa Sungai Lalang Kecamatan Muara Siau Kabupaten Surolangun Bangko (6,5 jam
dari Kota Bangko). Disini terdapat hutan hujan tropis.
8.
Goa Napal Licin dan Kasah.
Melihat kompleks goa yang kaya akan stalaktit dan stalaknit.
9. Grao Solar, Nguak dan
Kunyit. Melihat semburan air panas setinggi 15 meter dan pengamatan satwa.
10. Letter W. Melihat bunga Rafflesia dan bunga bangkai, serta kelinci
sumatera.
11. Rawa Ladeh Panjang. Penelitian dan Pengamatan Satwa.
12. Melihat budaya suku Kubu yang masih tradisionil. Adat istiadat
tanah Kerinci, tanah Minangkabau, tanah Bengkulu/Rejang Lebong, serta aspek
seni budaya seperti pesta adat Kerinci (Kenduri Seko), tari-tarian klasik,
pakaian adat, serta pusaka-pusaka adat. Acara pesta adat dilakukan setiap tahun
sekali.
Nah cukup sekian ulasan singkat dari Travelester mengenai Taman
NAsional yang satu ini, bagi sobat Travelester yang akan mengunjungi Taman Nasional
ini jangan lupa persiapkan perbekalan dan peralatan yang memadai yaaa…. Selamat ngabuburit... 86,,